Friday, December 12, 2014

Latar Belakang Revolusi Perancis

Latar belakang revolusi Perancis dapat dilihat dengan mencermati kondisi politik, sosial, ekonomi, dan budaya Perancis pada abad ke 17, sebelum terjadinya Revolusi Perancis.

Kondisi politik
Sejak awal abad ke 17, Perancis diperintah oleh raja-raja yang memiliki kekuasaan absolut. Kekuasaan raja tidak diatur dalam undang-undang dasar atau konstitusi dan tidak ada dewan perwakilan rakyat yang mengawasi jalannya pemerintahan. Raja dianggap memeroleh wewenang “dari atas” (Tuhan) untuk memerintah secara turun temurun.
Kondisi sosial
Dalam masyarakat terdapat golongan-golongan yang mempunyai kedudukan sosial dan hukum yang berbeda-beda. Golongan yang satu dengan golongan lainnya mempunyai perbedaan hak, ada golongan yang mempunyai hak-hak istimewa sementara golongan lainnya sangat menderita.
Golongan petani  dan golongan pertengahan merupakan golongan yang tidak mempunyai hak-hak istimewa. Golongan pertengahan (borjuis) walaupun berpendidikan dan kaya, namun tidak mempunyai kedudukan sosial yang tinggi, tidak ikut menentukan dalam pemerintahan, tidak mempunyai hak istimewa dalam arti dibebani berbagai macam pajak. Golongan petani yang umumnya hanya merupakan petani penyewa dan buruh tani pada tanah-tanah bangsawan dibebani berbagai macam pajak yang sangat berat dan hanya sebagai budak yang dapat diperjualbelikan, hidup sangat menderita dan tertekan; sementara golongan bangsawan dan golongan ulama gereja hidup mewah dengan pendapatan yang besar dari pemungutan pajak, dari pemberian raja-raja dan hak-hak istimewa, seperti dibebaskan dari pajak yang berat, diberi hak memungut pajak dari petani, berburu di atas tanah miliknya sekalipun tanah itu sementara digarap oleh petani.
Penderitaan petani dan kekecewaan golongan borjuis atas keadaan sosial Perancis tersebut mendorong mereka menempuh jalan kekerasan untuk melakukan pembaharuan di Perancis.
Pembagian golongan masyarakat Perancis dapat pula diuraikan sebagai berikut:
Golongan I, terdiri dari ulama gereja Katolik
Golongan II, terdiri dari kaum bangsawan
Golongan III, adalah kaum pedagang dan pengusaha serta orang-orang terkemuka dalam masyarakat.
Golongan IV, adalah petani yang tidak memiliki tanah.
Kondisi ekonomi
Sistem pajak yang buruk, berbagai pajak yang harus dibayar oleh rakyat, yaitu pajak kepada raja, kepada gereja dan kepada bangsawan. Karena banyaknya beban pajak, petani tidak memperoleh hasil lebih, akibatnya ekonomi pertanian Perancis tidak mengalami kemajuan.
Sementara itu, biaya yang terlalu besar untuk kehidupan mewah raja, permaisuri dan selir, serta biaya untuk peperangan yang melebihi pendapatan negara mengakibatkan kekacauan ekonomi. Kas negara kosong, ditambah lagi utang negara yang menumpuk, mendorong terjadinya revolusi Perancis.
Kondisi budaya
Budaya hidup berfoya-foya permaisuri dan selir serta kemewahan hidup golongan bangsawan dan golongan gereja menimbulkan ketidakpuasan golongan borjuis dan petani yang kemudian memelopori Revolusi Perancis.

Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern

Imperialisme ditinjau dari segi etimologis berasal dari kata Latin imperare yang artinya memerintah atau menguasai. Kekuasaan untuk memerintah (imperare) disebut imperium dan raja yang memerintah disebut imperator. Pada periode penaklukan kebesaran seorang raja diukur berdasarkan luas daerahnya, maka raja suatu negara ingin selalu memperluas kerajaannya dengan merebut negara-negara lain. Tindakan raja inilah yang disebut imperialisme, dan selanjutnya berkembang pengertian lain sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Imperialisme menurut isitilah (terminologis) ialah politik menguasai negara lain untuk kepentingan negara penjajah.
Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism) 
Imperialisme kuno adalah upaya suatu negara mencari tanah jajahan karena terdorong 3G (gold, gospel, glory)Gold adalah mencari kekayaan berupa logam mulia, emas dan perak, termasuk rempah-rempah, gospel, yaitu menyebarkan agama Nasrani, dan glory, yakni untuk kejayaan negeri induknya. Imperialisme kuno melakukan praktek penjajahan yang amat buruk, mereka mengangkut sebesar-besarnya kekayaan alam tanah jajahan ke negara penjajah, tanpa memedulikan nasib rakyat jajahan. Pelopor imperialisme kuno adalah Portugis dan Spanyol.
Imperialisme Modern (Modern Imperialism) 
Imperialisme modern timbul setelah revolusi industri, pertama kali di Inggiris lalu menyebar ke negara Eropa lainnya. Kemajuan industri berdampak pada masalah pemenuhan kebutuhan bahan mentah dan pasar yang luas. Negara penjajah mencari tanah jajahan untuk kepentingan ekonomi dan memenuhi kebutuhan industri yaitu sebagai tempat pengambilan bahan mentah dan pasaran hasil industrinya, sehingga ekonomi merupakan inti dari imperialisme modern. Inggris adalah pelopor imperialisme modern.

Pengertian Resiko Usaha

Pengertian Resiko Usaha
Menurut para ahli
1) Arthur Williams dan Richard, M H
Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu
2) Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian
3) Soekarto
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
4) Herman Darmawi
Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan
  •  Kesimpulannya :
Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya.
Ada 2 karakteristik resiko:
1. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
2. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian
Ada beberapa penyebab kegagalan usaha :
~ Perencanaan yang kurang matang
~ Kurangnya modal
~ Bakat yang tidak cocok
~ Kurang pengalaman
~ Lemahnya pemasaran
~ Tidak mempunyai semangat berwirausaha
~ Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
A. Macam-macam resiko:
* Menurut sifat, dibedakan :
« Resiko Murni
Yaitu resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja.
Misal: kebakaran. bencana alam, pencurian dan sebagainya
« Resiko Spekulatif
Yaitu resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu.
Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya
« Resiko Fundamental
Yaitu resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak.
Misal: banjir, angin topan, dan sebagainya.

Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.

Contoh Majas Personifikasi, Hiperbola, Litotes, Ironi, Metafora

Majas Personifikasi:

Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberi sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia atau benda hidup.

1.    Burung bernyayi menyambut pagi hari. (burung berkicau)

2.    Rumput bergoyang tertiup angin senja. (rumput bergerak)

3.    Matahari mengintip dari celah gunung. (matahari bersinar)

4.    Awan menangis di tengah badai. (hujan)

5.    Lautan mengamuk di malam itu. (badai di lautan)
 
6.    Angin membelai wajah Rani yang sedang tertidur pulas. (angin berhembus)


Majas Hiperbola:

Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya untuk menyangatkan arti.

1.    Tendangan maut dari bagian penyerang berhasil membobol gawang lawan.

2.    Ia tak kenal lelah membanting tulang demi selembar rupiah.

3.    Harga-harga sembako sudah meroket.

4.    Usahanya sampai bermandikan keringat.

5.    Suaranya memecahkan gendang telinga.

6.    Harga minyak mencekik leher.

7.    Teriakannya setinggi langit..


Majas Litotes (hiperbola negatif) :

Majas perbandingan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.

1.     Kapan-kapan kalau ada waktu singgahlah di gubuk saya. (padahal rumahnya gede)

2.    Aku bekerja sebagai jongos di pabrik itu.

3.    Ayahku hanyalah pegawai biasa.

4.    Hasil usaha mereka tidak mengecewakan.

5.    Rumah yang buruk inilah hasil kerja keras kami.

6.    Hanya teh dingin dan kue kampung saja yang dapat kami hidangkan.

7.    Perjuangan kami hanyalah setetes air dalam samudra luas


Majas Ironi:

Majas sindiran yang melukiskan sesuatu yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud menyindir orang.

1.     Indah nian buku raport-mu yang dihiasi dengan banyak angka merah

2.    Bagusnya tulisanmu sampai tidak bisa dibaca

3.    Suaramu saat bernyanyi sangat merdu, seperti kaset kusut.

4.    Betismu indah, seperti talas bogor

5.    Mukanya cerah dan putih, sudah mirip mayat

6.    Tubuhnya indah, seperti jalanan yang nyaris tanpa lekukan

7.    Bagus benar ucapanmu sehingga menyakitkan hati.


Majas Metafora:

Majas perbandingan yang dilukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. (sejenis kiasan)

1.     Raja siang terus bersinar. (matahari)

2.    Indahnya sinar dewi malam. (bulan)

3.    kembang desa yang kesepian. (gadis paling cantik)

4.    Sebagai bunga bangsa tak kenal lelah. (penerus bangsa)

5.    Ia sebagai bunga desa. (gadis paling cantik)

6.    Pantas ia mendapat julukan kutu buku. (suka membaca buku)


7.    lintah darat terus membuat khawatir warga. (Rentenir)

Jenis Aktuator | Prinsip Kerja Macam-macam Aktuator

Aktuator / Penggerak, dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah sinyal listrik menjadi gerakan mekanis. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler. Pada instrumentasi aktuator sebagai output terakhir sebagai penerus perintah dari controller untuk melakukan tindakan eksekusi/koreksi. Terdiri dari 3 jenis pokok : 
 Berikut berbagai jenis aktuator sesuai dengan prinsip kerjanya yaitu:
- Aktuator listrik             :  Aktuator tenaga elektris, biasanya digunakan selenoid, motor arus searah (mesin DC). Sifat mudah diatur dengan torsi kecil sampai sedang.
- Aktuator hidraulik         : Aktuator tenaga hidraulik, torsi yang besar konstruksinya sukar
- Aktuator pneumatik : Aktuator tenaga pneumatik, sukar dikendalikan

Aktuator Electric
Aktuator elektrik merupakan actuator yang mempunyai prinsip kerja mengubah sinyal elektrik menjadi gerakan mekanik, Berikut macam-macam actuator elektrik
Ø Solenoid.
Ø Motor stepper.
Ø Motor DC.
Ø Brushless DC-motors.
Ø Motor Induksi.
Ø Motor Sinkron.
Gambar Aktuator Electric
Keunggulan aktuator elektrik adalah sebagai berikut :
Mudah dalam pengontrolan
Mulai dari mW sampai MW.
Berkecepatan tinggi, 1000 – 10.000 rpm.
Banyak macamnya.
Akurasi tinggi
Torsi ideal untuk pergerakan.
Efisiensi tinggi. 

Aktuator Pneumatic
Aktuator pneumatic adalah aktuator yang memanfaatkan udara bertekanan menjadi gerakan mekanik. Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston (arah maju) , sedangkan sisi yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan pada sisi permukaan piston tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar sampai mencapai posisi maksimum dan berhenti.
Gambar Aktuator Pneumatik
Gaya piston yang dihasilkan oleh silinder bergantung pada tekanan udara, diameter silinder dan tahanan gesekan dari komponen perapat. Gaya piston secara teoritis dihitung menurut rumus berikut :

Aktuator Hydraulic
Aktuator hydraulic merupakan aktuator yang memanfaatkan aliran fluida/oli bertekanan menjadi gerakan mekanik. Sama seperti halnya pada sistem Pneumatik, aktuator hidrolik dapat berupa silinder tapi inputannya hydraulic.


Gambar Aplikasi Penggunaan sistem hydraulic
Kelebihan
² Fluida hidrolik bisa sebagai pelumas dan pendingin.
² Dengan ukuran kecil dapat menghasilkan gaya/torsi besar
² Mempunyai kecepatan tanggapan yang tinggi
² Dapat dioperasikan pada keadaan yang terputus-putus
² Kebocoran rendah
² Fleksibel dalam desain
Kekurangan
² Daya hidrolika tidak siap tersedia dibanding dengan daya listrik
² Biaya sistem lebih mahal
² Bahaya api dan ledakan ada
² Sistem cenderung kotor
² Mempunyai karakteristik redaman yang rendah

10 Contoh Sensor dan Prinsip Kerjanya


    1.     Sensor Proximity

    Sensor proximity merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya target jenis logam dengan tanpa adanya kontak fisik. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.
     
    Prinsip Kerja Sensor Proximity  
    Sensor ini bekerja berdasarkan jarak object terhadap sensor, ketika ada object logam yang mendekat kepadanya dengan jarak yang sangat dekat 5 mm misalkan, maka sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel yang tersedia bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu indikator, relay dll. Pada saat sensor ini sedang bekerja atau mendeteksi adanya logam (besi) maka akan ditandai dengan lampu kecil berwarna merah atau hijau yang ada dibagian atas sensor, sehingga memudahkan kita dalam memonitor kerja sensor atau ketika melakukan preventive maintenace.

    Contoh Aplikasi Sensor Proximity 
    Robot cerdas, proximity switch dll


    2.    Sensor LDR ( light dependent resistor )


    Sensor LDR adalah sebuah sensor cahaya jenis photoconductive dimana jika cahaya yang masuk kedalam sensor tersebut semakin sedikit, maka resistansinya akan semakin besar demikian juga sebaliknya jika intensitas cahaya yang masuk semakin banyak maka resistansinya (hambatan) akan semakin sedikit, LDR dihitung dalam satuan ohm.
    Berikut ini bagian - bagian dari LDR ( image by : http://www.adafruit.com )


    Prinsip Kerja Sensor LDR 
    Prinsip kerja LDR itu sendiri adalah nilai resistansinya akan bertambah besar apabila tidak terkena cahaya (malam hari) dan akan berkurang resistansinya apabila terkena cahaya (siang hari), LDR ini umumnya digabungkan dengan beberapa transistor untuk membentuk rangkaian lampu otomatis atau rangkaian lainnya. Kelebihannya tak ada kode spesial untuk membaca nilai resistasi pada LDR ini.

    Contoh Aplikasi Sensor LDR 
    Contoh Aplikasi LDR sebagai sensor cahaya diantaranya: Rangkaian alarm, indikator, counter (penghitung), fungsi potensiometer.


    3.   Sensor Tekanan MPX4100


    Sensor tekanan MPX4100 merupakan seri Manifold Absolute Pressure (MAP) yaitu sensor tekanan yang dapat membaca tekanan udara dalam suatu manifold. Pada dasarnya sensor tekanan MPX4100 adalah sebuah sensor tekanan yang sudah dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal dan temperatur kalibrator yang membuat sensor ini stabil terhadap perubahan suhu. Untuk akurasi pengukuran sensor ini menggunakan teknik micro machine, thin film metalization dan proses bipolar semiconductor. Bentuk fisik sensor tekanan MPX4100 cukup kecil seperti terlihat pada gambar berikut.


    Prinsip Kerja Sensor Tekanan MPX4100

    Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang.

    Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok  sehingga menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya, seperti terlihat pada gambar 7. Aplikasi umum pengukuran tekanan balok


    Contoh Aplikasi Sensor Tekanan
    Pemantau cuaca, pesawat terbang, dan pengukur tekanan ban


    4.   Sensor Suara (MIC KONDENCER)

     

     

    Sensor suara adalah sensor yang cara kerjanya merubah besaran suara menjadi besaran listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaannya. Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu electric condenser microphone atau mic kondenser.

    Prinsip Kerja Sensor Suara (MIC KONDENSER)
    Prinsip kerja ECM adalah getaran suara yang diterima oleh dielectric berupa membran tipis di dalam ECM akan menyebabkan perubahan nilai kapasitasnya.

    Contoh Aplikasi Sensor Suara (MIC KONDENSER)
    Contoh pengaplikasian sensor ini adalah yang bekerja pada system robot. Aplikasi mikrofon adalah pada system audio, sebagai sensor suara dan pada system telekomunikasi telepon seluler.

    5.   Passive Infared Sensor (PIR)


    PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan fototransistor. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Sesuai dengan namanya ‘Passive’, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Benda yang bisa dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia.

    Prinsip Kerja Passive Infared Sensor (PIR)
    Sensor ini bekerja dengan cara membaca radiasi optik yang dipancarkan suatu benda dan mengubahnya kedalam besaran listrik. Untuk menggunakan komponen ini sebagai sensor gerak, kita perlu menambahkan sebuah amplifier dan sebuah comparator untuk mendukung alat ini bekerja.

    Contoh Aplikasi Passive Infared Sensor (PIR)
    Contoh penerapan Sensor ini dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat di Mal-Mal besar. Disana mungkin terdapat Pintu yang akan terbuka dengan otomatis ketika ada manusia hendak melintasi pintu tersebut. Kemungkinan besar pintu itu adalah mengaplikasikan Sensor ini.

    6.   Sensor Warna TCS230


    Sensor warna TCS230 adalah sensor warna yang sering digunakan pada aplikasi mikrokontroler untuk pendeteksian suatu object benda atau warna dari objet yang di monitor. Sensor warna TCS230 juga dapat digunakan sebagi sensor gerak, dimana sensor mendeteksi gerakan suatu object berdasarkan perubahan warna yang diterima oleh sensor. Pada dasarnya sensor warna TCS230 adalah rangkaian photo dioda yang disusun secara matrik array 8×8 dengan 16 buah konfigurasi photodioda yang berfungsi sebagai filter warna merah, 16 photodiode sebagai filter warna biru dan 16 photo dioda lagi tanpa filter warna. Sensor warna TCS230 merupakan sensor yang dikemas dalam chip DIP 8 pin dengan bagian muka transparan sebagai tempat menerima intensitas cahaya yang berwarna.

    Prinsip Kerja Sensor warna TCS230
    Cara kerja piranti ini adalah dengan membedakan warna

    Contoh Aplikasi Sensor warna TCS230
    contoh aplikasinya adalah alat pendeteksi warna yang diantaranya dapat
    digunakan untuk mendeteksi warna cat pada mobil.

    7.   Sensor Kecepatan (RPM)


    Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.

    Prinsip Kerja Sensor Kecepatan (RPM)
    suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.

    Contoh Aplikasi Sensor Kecepatan (RPM)
    Buat program untuk pengukuran kecepatan putaran motor.

    8.   Sensor Rotary Encoder


    Rotary encoder merupakan sensor digital yang digunakan untuk mendeteksi perpindahan atau pergerakan robot.
    Seiring dengan perkembangan robot, perkembangan FPGA menunjukkan respon yang positif, sehingga para ilmuwan mulai mencoba mengaplikasikannya ke dalam dunia robot.

    Prinsip Kerja Sensor Rotary encoder
    Prinsip kerja dari sensor ini adalah sebagai berikut saat rangkaian sumber cahaya diberikan VCC 5 Volt dan menghasilkan cahaya, cahaya masuk pada photodioda tidak terhalangi maka akan menghasilkan tegangan sekitar 5 V dan begitu juga sebaliknya saat terhalangi maka akan menghasilkan tegangan sekitar 0 V. Dimana tegangan menjadi inputan untuk mikrokontroler.

    Contoh Aplikasi Sensor Rotary encoder
    Salah satu contoh aplikasinya yaitu untuk menentukan posisi robot.

    9.   Sensor Limit Switch

    Limit  switch merupakan salah satu jenis saklar yang berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik. Limit switch umumnya digunakan sebagai saklar untuk membatasi gerakan suatu benda. Misalnya pada palang pintu kereta api, pagar, crane, pengangkat barang dan sejenisnya.

    Prinsip Kerja Limit Switch
    Cara kerja limit switch adalah bekerja berdasarkan tekanan atau sentuhan benda kerja. Misalnya pada saat pintu pagar bergeser, pada saat pagar sudah mencapai titik tertentu atau menyentuh batas yang diinginkan akan menekan pelat pemicu yang menyebabkan kontak limit switch membuka.

    Contoh Aplikasi Limit Switch
    Pengendali Lampu Pijar menggunakan Limit Switch 

    10.   Load Cell Sensor


    Load Cell adalah salah satu Sensor yang banyak digunakan di timbangan-timbangan elektronika untuk mengukur berat suatu benda. Load Cell mengubah suatu gaya tekanan, menjadi besaran listrik. Load Cell juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gerak-gerak pada suatu objek yang hendak diotomatiskan. Contohnya mungkin diindustri beras. Misal kita ingin mengarungkan beras dengan besar 50kg perkarung, nah disini kita bisa memakai Load Cell untuk mendeteksi bila 50kg itu sudah tercapai. Load Cell akan mengirim sinyal ke indikator bahwa karung tersebut sudah mencapai batasnya.

    Prinsip Kerja Load Cell
    Cara kerja mirip dengan sensor tekanan yaitu mengubah gaya menjadi perpindahan
    Menggunakan rangkaian jembatan untuk pembacaan, kalibrasi dan kompensasi temperatur
    Alternatif lain menggunakan kristal piezoelektrik untuk mengukur perubahan gaya.

    Contoh Aplikasi Load Cell
    Aplikasi sensor loadcell pada timbangan paket pos digital, aplikasi untuk Timbangan, Weigher, Weighing, Weighing System, Scale, dan Weigh.